Disclaimer: yang ini itinerary nya lebih santai dari yang sebelumnya dan lebih banyak kulineran (edisi banyak ditraktir hhe). Alhamdulillah, rezeki π
Ini mendadak banget sih, pagi jam 8 dapet ajakan, sorenya jam 15.10 WIB langsung cuss pake Citilink dari CGK. Sampe DPS sekitar jam 7-an, langsung diajak makan di Ayam Betutu Khas Gilimanuk dan dipesenin ayam betutu kuah setengah kilo per porsi, waw, habis lho tapii. Hhe, laper kayaknya.
Rezekinya lagi, kami dapet penginapan daerah Sanur yang bener-bener di tepi pantai: Hotel Prama. Harga sewanya 600 ribu-an per malam. Ini hotel bikin betah banget. Restonya langsung menghadap pantai. Didepan resto ada jejeran pohon yang dibawahnya ada kursi santai buat menikmati pantai sanur. Ini yang bikin kami mager keluar π. Jadinya selama stay, kami selalu berangkat siang deh (sekitar jam 13.30). Paginya cuma lihat sunrise, sarapan, main ayunan dan rebahan pinggir pantai sambil liatin orang-orang yang melakukan water sport.

Di hari kedua, setelah mas suami jumatan di Masjid Al Ihsan, kami diajak makan siang di Warung Mak Beng yang konon katanya terkenal banget. Sampe ibu yang nraktir kami mengklaim seseorang belum bisa dibilang ke Bali kalau belum pernah makan disitu π
. Tempatnya sederhana, menu yang ditawarkan cuma ikan goreng dan sup kepala ikan, tapi antriannya panjangg bangeeetttt. Agak sedikit menyesal karena kami ga minta mas suami pesan dulu sebelum jumatan. Jadi ga perlu menunggu selama itu. Overall makanannya emang mantep sih, recommended. Porsinya super besar, ikannya fresh, dan yang ajaib adalah sup kepala ikannya: sama sekali ga amis, ga pait. Baru kali itu deh, makan kepala ikan bisa sampe bersih tinggal tulangnya. Pantes ya orang-orang sampe rela antri lama.
Setelah makan kami bertolak menuju Pantai Melasti dan menghabiskan sore kami disana. Pantainya dikelola dengan sangat baik. Aksesnya mudah, parkirnya mudah, jalannya mulus, saat melewati jalan menuju area pantai, kita dapat melihat pemandangan pantai dan laut lepas yang super cantik. Pantainya kelihatan bersih banget, pasirnya putih kekuningan, airnya bening-tenang-tidak dalam, kaya kolam berenang banget. Warna air laut dibagian pinggir pantai terlihat berwarna hijau kebiruan, dan nyaris tidak ada ombak sepanjang bibir pantai sehingga anak-anak terlihat sangat nyaman berenang disana.



Menuju malam, kami diajak buat dinner di Tepi Pantai Jimbaran yang menawarkan jasa untuk mengolah ikan yang dibawa oleh pengunjung. Jadi kami belanja dulu di Pasar Ikan Kedonganan. Ibu yang nraktir jago banget nawarnya, kalau gasalah dengan total sekitar 300 ribuan kami sudah bisa membawa 1kg udang besar (10 cm), 5 ekor sotong, 2 ekor kepiting ukuran sedang, 1 ekor ikan baramundi besar, dan 1 ekor ikan bawal putih besar. Kami serahkan semuanya pada resto untuk diolah menjadi berbagai macam kudapan. Suasana di resto itu romantis banget, lampu-lampu malam bertebaran disekitar bibir pantai, para grup musik keliling berpenampilan rapi dan bernyanyi penuh semangat diiringi suara deburan ombak. Dan malam itu langitnya sedang cerah, jadi bintang-bintang pada kelihatan π.
Di hari ketiga, kami diajak makan siang di Nasi Ayam Kadewatan Ibu Mangku. Katanya wajib makan nasi campur dan sate lilit ayam juga kalau ke Bali π
. Dari tempat makannya seperti warung biasa, tapi begitu masuk, waw, we were surprised. Asik banget tempatnya, banyak kolam koi, tanaman dimana-mana, ga boong penataannya bagus banget. Berasa makan dalam indoor botanical garden. Setelah makan, kami fokus mengantarkan para ibu membeli oleh-oleh sebelum akhirnya mengantarkan mereka ke bandara. Kami pergi ke Pie Susu Asli Enaaak, Lapis Legit Harum, dan Krisna. Ibu-ibu memang beda ya, sangat berpengalaman dalam memilih oleh-oleh. Semua yang dibeli enak-enak banget π. Sekarang jadi tahu deh, mana aja yang recommended.
Dimalam hari, malam Minggu, dengan niat menukar kupon welcome drink dari hotel, kami mendatangi Bamboo Bar & Lounge yang saat itu kebetulan sedang mengadakan Tropical Beach Party. Semua pengunjung adalah bule kecuali kami wkwk. Kami menonton fire dance, lomba joget berhadiah pizza dan bir, dan pesta dansa yang menariknya malah dihadiri oleh para ayah dan putrinya. Seru banget ngeliat tingkah para ayah yang ada-ada aja: memperlakukan putri mereka kaya boneka π. Di hari terakhir, setelah berpisah dari para ibu yang sangat baik hati (Thank you very much for taking good care of us ya bu π), kami tidak membuat plan apapun π. Setelah dengan berat hari checkout dari hotel, kami yang masih gabisa move on masih aja nongkrong didepan pantai, dan baru bergerak karena lapar wkwk. Kami memutuskan untuk makan siang di Warung Padi karena kangen sama sop salmonnya (sampe sengaja ga pake nasi biar puas makan dua porsi sup salmon sendirian, mas suami sampe geleng-geleng wkwk, sesuka itu emang haha). Setelah kenyang makan, karena bingung kemana akhirnya kami ngemall di Beachwalk Shopping Center. Kami nongkrong di sunset deck-nya, menunggu sampai sunset tiba sambil menikmati semangkuk eskrim berdua. Kemudian kami pun mengakhiri perjalanan dan pulang ke Jakarta dengan Lion Air pada 20.30 WITA.
See you later, Bali ✋
Comments
Post a Comment