Skip to main content

Featured

Bali with Mas Suami Part I


Itinerary dimulai dari Blora (12-17 Jan 2022). 

Persiapan Keberangkatan: 
(1). Pesan tiket kereta, pesawat, antigen, dan penginapan via traveloka.
Keberangkatan: 12 Januari 2022
Stasiun Blora Cepu - Stasiun Surabaya Pasar Turi: Kereta Ambarawa Ekspres (10.32 - 12.37 WIB)= 65K/pax. 
Tes Antigen di stasiun cepu= 35K/pax (hasilnya diterima sekitar 10 menit setelah tes). 
Dari Stasiun Pasar Turi, jalan kaki ke arah SPBU (Disekitar statsiun tidak diperbolehkan memesan alat transportasi online), pesan GoCar menuju bandara Juanda (perjalanan kurleb 60 menit): Biaya kurleb 100K. Ada Alternatif lebih murah

Waktu itu kelupaan bawa KTP hhe, jadi sengaja pilih penerbangan paling sore.
Sholat Dhuhr & Asr di Mushola Bandara Juanda.
Bandara Juanda - Bandara Ngurah Rai: Pesawat Lion Air (16.25 - 18.20)= 374K/pax. 
Note: untuk Maskapai Lion Air, kalau kelupaan KTP,  hanya perlu menunjukan foto KTP saja. Kalau baca-baca di blog orang yang pake citilink dan lupa bawa KTP, harus mengurus surat keterangan di kantor maskapai terlebih dahulu. 

Penginapan: Bali Chaya Hotel, Legian= 130K/malam (no breakfast)
Hotelnya sangat recommended. Kamarnya bersih, luas banget, ada teko pemanas, air panas di kamar mandi lancar, ada handuk dan toiletries seperti hotel pada umumnya. Cuma tempatnya agak sepi dan aksesnya cukup sulit, masuk-masuk ke gang gitu. Oh iya, selama di Bali, kami sholat Maghrib, Isha' dan Shubuh di hotel. Biasanya sebelum jam 8-an udah sampe hotel. Sebelum meninggalkan hotel selalu sarapan dulu, sarapannya sama roti, jadi hemat dan praktis 😝. Kami juga nyetok mi dalam cup, jaga-jaga kalau ga sempet atau kelupaan beli untuk makan malam. Selama 5 hari 4 malam, kami berdua menghabiskan 3 botol air mineral 1,5 L disamping 2 botol air mineral 600 ml yang setiap hari disediakan oleh hotel tempat kami menginap. Setiap berangkat menuju tempat destinasi, kami tak lupa membawa bekal air mineral dari penginapan, walau tetep beli minum di tempat makan. 

Kepulangan: 17 Januari 2022
Bandara Ngurah Rai - Bandara Juanda: Pesawat Lion Air (08.35-08.30)= 351K/pax.
Tes Antigen H-1 (16 Januari 2022) di Apotek Osadha Celuk= 35K/pax (Paketan dari Lion Air). Note: sebelum datang kontak pihak apotek dulu untuk buat janji tes pada jam 4 sore. 
Bandara Juanda - Stasiun Surabaya Pasar Turi: GoCar= kurleb 100K.
Stasiun Surabaya Pasar Turi - Stasiun Blora Cepu: Kereta Airlangga (12.25 - 14.33)= 49K/pax
Sholat Dhuhr & Asr di Mushola Stasiun Blora.

(2). Menghubungi agen sewa motor, info dari situs iniVario 125cc= 280K/4 hari. 
Jemput motor di parkiran bandara Ngurah Rai (12 Januari malam). Setelah menyerahkan foto KTP, penyewa memberikan kunci motor, STNK, dua helm, dan satu jas hujan. Kembalikan motor ke tempat semula (17 Januari pagi). Kunci dan STNK ditaruh di bagasi, tidak perlu menunggu penyewa datang, cukup konfirmasi dań foto lokasi parkir.

(3). Packing: baju ganti, peralatan ibadah, sun screen, kaca mata item, sandal jepit (ini yang malah lebih sering dipake wkwk), jas hujan (saat sewa motor hanya dipinjami satu), kantong belanja, kantong plastik (buat baju basah), dsb. 

Bali 4 Hari 4 Malam
Hari 1 (Rabu): Istirahat, nabung energi

  • Keluar dari kompleks bandara menuju penginapan
  • Makan malam: warung nasi Padang pinggir jalan yang mencantumkan logo halal. 2 porsi nasi rendang, segelas air peruk hangat, teh hangat, dan kerupuk= 56K. 
  • Mampir di Circle-K yang ada disebelah tempat makan untuk nyetok bekal makanan dan minuman selama 4 hari kedepan. 
  • Sampai di penginapan, kami memutuskan untuk menutup malam pertama kami dengan bersantai dan menabung energi untuk aktivitas esok hari. 

Hari 2 (Kamis): Pantai Suluban, Warung Padi, The Keranjang

  • Berangkat sekitar pukul 07.30 WITA menuju Pantai Suluban (Kurleb 60 menit)
  • Parkir dekat dari pantai. Tidak ada tarif khusus untuk parkir, hanya ada dua nenek yang duduk santai di sekitar tempat parkir sambil membuat kerajinan. Si nenek meminta uang 5K untuk biaya parkir. Kami menyerahkan uang 10K, namun si nenek tidak memberikan kembaliannya. Baik nek, tak mengapa 😅. 
  • Berjalan menuruni jalan setapak panjang yang cukup curam, melewati goa-goa karang, sampai di bibir pantai yang terletak dibalik karang yang sangat tinggi. 

Pantainya baguuuuss. Dan sepi (apa karena hari kamis ya?). Bahkan sesaat hanya tersisa kami berdua yang tiduran di bebatuan pinggir pantai. Berasa pantai pribadi 😎. Betah deh jadinya. Dari yang semula niatnya mau mengeksplorasi pantai-pantai terdekat, ujungnya malah pasang kaca mata dan cuss...tiduran sampai tengah hari di pinggir pantai. 
Suasananya sangat mendukung: langit cerah, ombak yang lumayan tenang, air laut yang bening kehijauan memperlihatkan pasir putih yang terlihat berkilauan, ditambah bayangan karang yang menghalau sinar matahari, bikin tempat tidurannya jadi adem 😍. 


  • Memasuki waktu dhuhr, beranjak menuju masjid terdekat. Desain masjid nya dibuat terbuka ala pendopo. Meski begitu, rasanya tetep adem banget didalam. Emang ya, bawaan masjid 😌. 
  • Makan siang: Warung Padi. Sup ikan salmon rekomendasi para traveler= 25K/porsi. Rasanya khas banget, kaya akan rempah tapi ramah di lidah.
  • Menuju The Keranjang, tempat beli oleh-oleh. Jinglenya Masih terngiang-ngiang 😂. 
Bagus interiornya, bikin salfok. Jadi lebih fokus ke tata-ruangnya dari pada item yang dijual wkwkwk. Dari masuk langsung diarahin naik ke lantai tertinggi. Disitu ada sawah artifisial, kolam dengan jembatan kayu, auditorium dengan panggung pertunjukan, dan beberapa stand seni-budaya. Area belanja ada di lantai bawahnya. Ada jalan setapak melingkar yang jadi penyambung antar lantai (kebayang gak? haha). Oh iya, ada mushola juga dilantai paling bawah. Kami shalat Asr disitu. 
Diluar dugaan, kami menghabiskan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Jadinya ga keburu ngejar sunset. Tapi oleh-oleh udah aman. Besok tinggal fokus sama destinasi yang jauh-jauh hoho. Kami mengakhiri perjalanan di hari ke-2 dan kembali ke penginapan. 

Hari 3 (Jumat): Pantai Jemeluk, Taman Air Tirta Gangga, "Desa Tenganan".
  • Berangkat lebih pagi menuju Pantai Jemeluk yang super jauh untuk Snorkeling (kurleb 2.5 jam). Perjalanannya terasa menyenangkan berkat panorama yang disuguhkan di sepanjang jalan. Bahkan sampai auto teriak dibeberapa titik yang emang super keren. Bukit-bukit hijau, sawah-sawah, deretan rumah yang menjadi pemanis. Terbaik sih!!
  • Parkir langsung didepan pantai: Gratis!!
  • Disamperin sama bapak yang sewain perangkat snorkeling= 40K (life jacket, snorkel, snorkeling maskfin). Namanya pak Mangku (WA: +62 812 6665 5916). Stand nya berada tepat didepan tempat parkir. Ditawari jasa pemandu= 100K. Ada paket jasa foto/video bawah air juga tapi kami lupa nanya biayanya. 
Pantai ini terkenal sebagai tempat snorkeling yang murah dan cocok untuk pemula. Pasalnya, titik snorkeling terdekat (pura bawah laut) hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai. 
Saat kami datang, cuacanya sedikit mendung. Kami sempat khawatir. Katanya, panoramanya akan lebih bagus kalau cuacanya cerah, benar-benar akan terlihat seperti di akuarium, jernih-jernih kebiruan gitu. Memang waktu itu kami datang pada bulan yang kurang tepat, bulan januari, musim hujan. Kalau mau pengalaman snorkeling yang optimal, sebaiknya datang dibulan mei atau september.  

Tapi kami cukup beruntung, saat tiba di lokasi snorkeling, mentari tiba-tiba muncul sehingga panorama yang kami lihat sesuai dengan ekspektasi kami. Pemandu kami adalah seorang pemuda lokal sebaya yang mengaku telah mengantongi lisensi diving. Beliau cukup ramah dan berdedikasi: memberi kami pakan ikan (sehingga para ikan mendekat), mencarikan kami bintang laut (boleh disentuh tak boleh dibawa haha), menunjukan nemo, dori, kawanan ikan yang bermigrasi, dsb. 

Beliau tak lagi memakai life jacket saat memandu kami. Sehingga setelah kurang lebih satu jam, kami yang tak tega melihat si abang mulai kelelahan, memutuskan untuk mengakhiri aktivitas ini dan mengembalikan semua peralatan kepada pak Mangku. Pak Mangku menunjukan tempat untuk kami mandi dan ganti baju. Entah memang gratis atau memang sudah termasuk kedalam biaya sewa peralatan, kami tidak dipungut biaya untuk itu.   
  • Pukul 11.00 WITA bergegas menuju masjid terdekat. Saya nunggu mas suami jumatan di warung terdekat dengan alibi beli snack. Ibu pemilik warungnya super ramah, jadi ga berasa lagi di daerah orang 😁.
  • Selanjutnya pergi ke Taman Air Tirta Gangga buat main-main sama ikan koi= 25K/orang. Seru, jangan lupa beli makanan ikan dulu sebelum masuk gerbang= 5K/pack. Di dekat gerbang ada warteg halal. Bisa numpang sholat Asr, sekalian bungkus makan malem juga.
  • Perjalanan pulang hari ini cukup menegangkan, dibawa nyasar oleh google maps, langsung curiga saat jalan yang dilalui mulai ga logis, awalnya masuk persawahan, lalu masuk hutan, jalannya semakin menyempit (jalanan setapak yang cuma cukup satu motor), konturnya naik turun curam banget. Salah nya malah terus kita turutin sampe puncaknya kita malah terperangkap disebuah desa adat yang semua jalannya berujung buntu. Aneh, padahal kita udah tanya jalan sama semua penduduk setempat yang kita temui. Karena panik (udah mulai gelap) akhirnya mas langsung mutusin puter balik. Alhamdulillah, dramanya berakhir juga. 
Tapi kawasan di sekitaran situ memang menarik, entah sedang ada event khusus atau memang adat istiadat setempat, dibeberapa titik di depan rumah dipasangi janur kuning. 



Surprisingly, pas otw pulang nemu sunset di pantai pinggir jalan, rezeki 😇 




Hari 4 (Sabtu): Bedugul
  • Berangkat sekitar pukul 07.30 WITA menuju Danau Beratan (Kurleb 2 Jam)= 30K/orang.
  • Brunch pinggir jalan= 20K/porsi, banyak yang jualan makanan halal disini, sepertinya banyak muslim. Ada Masjid Besar yang menghadap danau beratan, view nya bagus banget. Kami sholat Dhur dan Asr di masjid ini.


  • Hampir seharian santai-santai disini, udara nya seger banget, bikin betah. Pas dateng cuacanya lumayan cerah tapi menuju sore malah hujan lebat. Untung udah kenyang main-main disini. Kita sempet naik bebek-bebekan (sepeda air), mas suami ngebet soalnya wkwk. 



  • Menjelang sore makan Nasi Campur Betutu halal di sini: 25K/porsi. Abis itu balik ke penginapan deh.
Hari 5 (Minggu): Pantai Sanur
  • Abis shubuhan berangkat ngejar sunrise di Pantai Sanur (30 menit). Karena semalemnya udah packing, jadi sekalian bawa barang-barang deh. Sekitar jam 06.30 kami bertolak menuju Bandara Ngurah Rai dan mengakhiri seluruh rangkaian perjalanan.

    Comments