Search This Blog
"That dream was planted in your heart for a reason. For as long as there is a dream, there is a hope. And as long as there is a hope, there is a joy in living"
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Labels
Clipping: (video) Inspirasi Keluarga Shihab
Narasumber: Fatmawaty Assegaf (Istri M. Quraish Shihab)
- Sejak Kecil Najeela dań Najwa senang membaca. Najeela suka mengkliping potongan koran, majalah, buku, dll. Saking banyaknya buku sampai buat perpustakaan dirumah. Hal yang tidak pernah dilarang adalah membeli buku. Waktu kecil setiap minggu mampir ke toko buku. Waktu kecil baca buku lima sekawan enid blyton. Kalau beli mainan hanya yang sederhana. Buku baik untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.
- Tidak ada perbedaan perlakuan orang tua kepada anak perempuan dan laki-laki. Anak perempuan tidak pernah dilarang melakukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh anak laki-laki (dalam konteks cita-cita), walaupun memang ada batasan-batasan tersendiri yang disampaikan oleh ibu secara perlahan
- Orang tua memberi pengertian mengenai keterbatasan dalam mengawasi, tetapi membekali anak dengan niai-nilai yang harus dijunjung. Anak perempuan jangan sampai keluyuran. Tidak membatasi pergaulan anak tapi ditekankan untuk bergaul dengan orang yang baik.
- Najwa waktu SMP sering nonton LA LAW, sehingga ada keinginan untuk masuk fakultas hukum
- Najwa diijinkan untuk ikut AFS, ibu sempat khawatir untuk mengijinkan anak yang masih remaja ke luar negeri, lalu shalat istikharah. Ayah meyakinkan ibu bahwa program tersebut baik untuk kesuksesan anak.
- Ibu sangat percaya dengan kekuatan doa. Anak selalu minta Ibu untuk segalanya, mulai dari doa supaya tidak hujan 😂 sampai minta doa untuk lulus ujian. Ibu mengajarkan doa-doa yang selalu dipanjatkan, nyanyi-nyanyian sholawat nabi yang diwariskan turun temurun, semuanya dijadikan ritual sehingga menempel. Jimat saat akan gugup dalam melakukan sesuatu: baca surat Al-Insyirah 3x, insya Allah akan lega.
- Mama mengajarkan harus percaya diri, jika ingin sesuatu harus dikejar (you want to get something, go get it, mimpi itu harus setinggi mungkin). Mama selalu mendukung anak untuk mencapai keinginan baiknya. Menurut mama justru harus punya ambisi, mama tidak pernah menahan itu.
- Orang tua menetapkan keterbukaan, selalu membahas semua hal bersama, tidak pernah menganggap anaknya seperti anak kecil. Orang tua terbuka mengenai pendapatan dan pengeluaran rumah, peruntukan pendapatan, memberi penjelasan ketika kondisi sedang sulit. Hal tersebut Membuat anak merasa dipercaya dan melatih anak untuk tidak menuntut terlalu banyak. Tidak pernah membeli barang dari merk terkenal.
- Tidak perlu sekolah jauh-jauh, kecuali kalau memang yang dicari adalah pengalaman lain. Kalau hanya untuk sekolah, cukup cari yang dekat, murah tidak apa-apa. Apalagi jika masih kecil, lebih baik sekolah dekat rumah. Najeela: sd-smp jalan kaki ke sekolah, sma baru naik mikrolet.
- Jangan berhutang, gaya hidup jangan sampai lebih dari pada kemampuan. Harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan (pengen apa perlu?)
- Najeela sangat yakin dengan kekuatan keluarga. Jika berbicara tentang pendidikan, seharusnya bukan lembaga sekolah, tapi community of lifelong learners. Karena yang perlu belajar bukan hanya anak, tapi juga orang tua, bahkan juga ekosistem yang memfasilitasi anak belajar. Tidak masalah jika kondisi sekolah belum sempurna, karena advokat utama anak adalah keluarga. Keluarga yang akan menyempurnakan kekurangan dari pendidikan yang diajarkan di sekolah.
- Ibu selalu merasa bahwa anak-anaknya adalah anak yang baik, sehingga selalu merasa bahagia (atas berkat rahmat Allah). Jika ada masalah dengan suami, jangan sampai dihadapan anak.
- Terbuka dan percaya adalah modal utama. Orang tua tidak menuduh anak pembohong, apalagi menyudutkan. Anak jadi merasa gak nyaman untuk berbohong.
- Jam malam setelah pukul 06.00 sore
- Keaktifan masa remaja pada hal-hal positif mengurangi adanya drama
- Ibu update tentang keseharian anak, tempat curhat, tempat cerita, Ibu aktif mencari tahu hal-hal yang mungkin tidak diceritakan anak.
- Orang tua tahu kapan harus ikut campur pada masalah anak dan pasangannya, tapi usahakan selalu mengajari lewat contoh
- Wajib hormat kapada mertua dan saudara ipar, bila ada sesuatu yang tidak berkenan, disampaikan dengan sopan dan tidak menyinggung
- Dalam konteks yang tepat, istri harus lebih sayang suami daripada anak, harus memprioritaskan kebutuhan suami
- Ayah adalah kepala keluarga, tapi lehernya ibu, mau nengok kekanan mau nengok kekiri tergantung ibu, ibu yang mengendalikan tanpa disadari 😂
- Ibu selalu ingatkan jangan tinggalkan shalat, sampai jadi alarm, sampai begitu lihat belum tanya, anak langsung keinget kalau belum shalat
- Tiap magrib jamaah, ngaji bareng
- Setinggi apapun karir perempuan tetap harus hormat pada suami
- Setiap sujud saat shalat tahajud ibu selalu mendoakan anak dan cucunya satu persatu, doanya: Robbi ja alni muqimas sholati wa min dzuriyyati, robbana wa taqobal doa. Robbannagh firli wa li wa li dayya wa li jamiil mukminina yauma yaumul hisab (Surat Ibrahim ayat 40-41). "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doku. Ya Tuhan kami, ampunilaj aku dan Kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."
- Doa Ibu terhadap anaknya: Semoga bahagia, semoga menjadi orang yang berakhlak, mampu menaati perintah dan menjauhi larangannya. Setiap malam sebelum tidur, ibu meridhokan kesalahan yang diperbuat anak dan suami terhadapnya, apapun yang disengaja maupun tidak disengaja, yang diketahui maupun tidak diketahui. Ibu ridhokan sepenuh hati dan doakan agar Allah juga meridhoi mereka dan membahagiakan mereka
- Mama mengajarkan cara mikir, idenya banyak, semangatnya luar biasa, dan senang silahturrahim. Semakin miskin orangnya, itu yang justru wajib didatangin.
- Mama saat anak minta maaf: sudah dimaafkan sebelum minta maaf
- Senandung yang diwariskan: Ya ArhamaRrohimin, Ya ArhamaRrohimin, Ya ArhamaRrohimin, farijala muslimin (meminta kebahagiaan untuk kaum muslimin).
Narasumber: Perempuan di Keluarga Shihab
- Kunci survive saat pandemi: rutinitas harus tetap ada, harus tetap mandi pagi sebelum beraktivitas, berbagai peran dengan suami, selalu ada yang stand by buat anak, anak-anak diberi pengertian jika orang tua harus bekerja
- Antara saudara: care about each other, saling support, inisiatif membantu sebelum diminta
- Selalu bilang Alhamdulillah
- Mama bilang yang penting adalah memiliki akhlak yang baik, dekat sama Allah, minta Allah membantu kita menjaga sikap, tanamlah kebaikan, karena kita akan memanen apa yang kita tanam, berbuat baik untuk diri sediri, berbuat jahat juga untuk diri sendiri.
- Dalam meraih mimpi, yang paling penting adalah Family Support. Ayah bilang bahwa hidup harus ada mimpinya, jangan sekali-kali hidup tanpa mimpi, saat satu mimpinya tercapai, jangan berhenti, buatlah yang baru
- Sejak kecil, secara bertahap anak mulai diberi kepercayaan untuk memilih (melatih anak untuk membuat keputusan dengan bimbingan). Saat lulus SD, Najwa dibolehkan untuk memilih masuk SMP negeri atau swasta islam. Sejak dini, secara bertahap, anak sebaiknya sudah dikenalkan kapada isu-isu yang masih dianggap tabu dan diberitahu cara untuk dia menyikapinya
- Perempuan bardaya: Punya rasa percaya diri tinggi (banyak baca, banyak cari tahu, banyak bergaul), bisa berbagi dengan orang lain, bermanfaat untuk sesama.
- Jangan ragu untuk memulai sesuatu, coba aja dulu, semua orang pernah gagal. Saat gagal terus coba lagi.
- Saat kita berpikir kita bisa, selalu ada jalan. Man Jadda Wa Jadda
- Mama adalah seseorang yang lembut dan penuh kasih sayang, selalu manggil sayang. Ayah orangnya humoris. Mama selalu percaya dengan kekuatan doa dan rajin silahturrahim (semua orang diingat, terutama orang-orang yang perlu dibantu). Ayah orangnya tekun dan disiplin (selalu ontime). Mama selalu berpikir positif baik mengenai orang-orang disekitarnya maupun tentang diri sendiri. Ayah orangnya bekerja keras, tidak mudah menyerah, dan mandiri (selama bisa dilakukan sendiri tidak meminta tolong kepada orang lain). Mama dan ayah selalu memberikan tanggung jawab terhadap anak, menekankan kebersamaan keluarga (shalat sama-sama, ngaji sama-sama), membuat walaupun hanya dirumah, tetap terasa sangat menyenangkan, tidak perlu pergi jauh-jauh
Narasumber: Fatmawati Assegaf & Quraish Shihab
- Umi Ijah (orang tuanya mama) orangnya peramah. Habib ali (ayahnya mama) sangat sederhana dan sayang pada istrinya, walaupun punya mobil, yang pakai cuma istrinya. Habib ali selalu naik becak supaya bisa interaksi dengan orang lain, senyum kanan-kiri. Habib Ali mendirikan sekolah.
- Kerja sama antara Habib Abdurrahman dan Ibu Asma (orang tua ayah) untuk memberikan pendidikan yang tinggi pada anaknya. Ibu Asma selalu mengajarkan kebersihan dan disiplin waktu. Cuci pakaian sendiri. Pendidikan dan karakter anak lebih banyak ditentukan di rumah, terutama melalui Ibu. Ibu harus dekat dengan anaknya sehingga anaknya menceritakan segala hal pada ibu. Mama sebelum menikah diminta untuk menjadi full time mom sama ayah, jadi bisa fokus untuk mengurus anak-anak.
- Peran ibu tidak bisa digantikan oleh siapapun dan tidak bisa dibalas. Tidak ada kata yang bisa melukiskan cinta ibu. Tidak bisa disebut pengorbanan, karena kalau pengorbanan ada rasa perih, tetapi ibu tidak merasakan perih saat memberikan apapun untuk anaknya. Naluri menjadi ibu sudah ada pada ibu sebelum ibu melahirkan.
- Kedudukan ibu sampai anak tua. Dulu waktu ayah sudah professor, bunya ayah masih senang datang ke kamar anaknya dan tidur berdampingan. Dan Ibu ayah memperlakukan ayah seperti anak yang tidak tahu apa-apa. Tetap di beri nasihat, tetap diberi tahu harus begini dan begitu. Disinilah anak harus mengerti, bahwa kalaupun ibunya salah, tidak pernah dia dipersalahkan. Karena maksudnya selalu baik.
- Orang tua masih selalu mendoakan anaknya walaupun anaknya sudah besar. Selalu baca shalawat, meminta perlindungan Allah untuk anaknya.
- Ada doa di surat Al-Ahqaf: ROBBI AUZI'NII AN ASYKURO NI'MATAKALLATII AN 'AMTA 'ALAYYA, WA 'ALAA WAALIDAYYA WA AN A'MALA SHOOLIHAN TARDHOOHU, WA ASHLIH LII FII DZURRIYATII. INNI TUBTU ILAIKA WA INNI MINAL MUSLIMIIN. "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Ahqaf: Ayat 15)
- Selain mendoakan, orang tua harus bisa mencontohkan yang baik untuk anaknya.
- Cara Mendidik harus dapat mengikuti perkembangan zaman, tidak bisa sama dengan zaman dahulu tetapi surstansinya harus sama. Mungkin model pakaian bisa berbeda, tapi tetap harus selalu sopan. Dulu untuk pendidikan orang tua yang menentukan, sekarang orang tua bersama dengan anak bersama-sama bersama untuk membantu menemukan kecenderungan bakat anak. Bukan kehendak orang tua lagi. Dulu anak tidak boleh membantah orang tua, harus setuju. Saat ini boleh tidak setuju, tapi tetap harus berdiskusi secara sopan. Dulu orang tua selalu merasa lebih pandai dari anaknya, sekarang tidak.
- Ayah mama selalu memberikan apresiasi, sehingga membuat anak percaya diri. Ayah mama mengajarkan untuk selalu hidup sederhana dan hemat walaupun pendapatan besar. Ayah mama mengajarkan untuk memandang derajat setiap orang sama. Ayah mama mengajarkan untuk berbagi, dulu mama diajak untuk keliling bagi-bagi beras.

Comments
Post a Comment